Masihkah Uang menjadi Alat untuk Menilai?
Pernahkah saudara berada di posisi di mana anda dalam situasi yang sangat sepele namun anda merasa sulit karena bahkan dengan uang yang anda miliki tidak juga bisa membantu anda saat itu. Lalu anda merasa orang yang membantu anda saat itu adalah pertolongan dari Tuhan yang datang untuk membantu anda.
Saya pernah mengalami hal tersebut dan akhirnya ingin membagikan pengalaman tersebut di blog saya ini agar para pembaca bisa mengambil hikmah di kejadian yang saya alami ini.
Hari itu teman saya mengajak saya untuk menemaninya mengambil uang di ATM, namun karena ATM nya sedang dalam perbaikan kami tidak bisa mengambil uang tersebut. Masalah kemudian terjadi saat teman saya mengetahui bahwa bensin di sepeda motornya habis dan kami sama- sama lupa membawa dompet dan hp. Akhirnya kami harus mendorong sepeda kami hingga malam menjelang. kami berputar- putar mencari mesin atm atau orang yang bisa menolong kami paling tidak meminjamkan hpnya agar kami bisa menghubungi teman kami yang lain. Namun tidak juga kami temukan.
Kami memutuskan untuk duduk beristirahat sambil menunggu adzan selesai. Kami mencoba bertanya kepada seorang juru parkir sebuah toko tentang keberadaan pom bensin terdekat. Pria itu nampak curiga dengan kita dan kemudian menanyakan beberapa pertanyaan. Seperti kami dari mana dan mau kemana, kenapa saat itu kami di sana.
Temanku menjawab pertanyaan itu dari asal kami, tujuan kami hingga kenapa kami terdampat di area tersebut.
Lalu pria yang berjalan dengan terpincang itu pergi ke suatu tempat. kami pikir dia memang mau pulang dan sempat membuat aku dan temanku pasrah dengan keadaan. Namun dalam hati kami masih berdoa ada seseorang yang baik yang mau memberikan bantuan kepada kami.
Selang beberapa menit pria tadi datang kembali dengan membawa botol aqua ukuran 1,5 liter yang berisi cairan berwarna kuning. Pria itu mendekati dan bilang bahwa dia tidak ingin berpikiran buruk kepada kami, dan tidak berharap kami membalas bantuannya. dia hanya berniat menolong kami. lalu memberikan botol tersebut yang ternyata isinya adalah bensin.
Wajahku dan teman- temanku langsung sumringah. dan bersyukur sekali ada orang yang mau menolong kami. Padahal orang itu bisa dikatakan jauh dari mampu. Kami kemudian berterima kasih dengan kebaikan orang tersebut. Orang itu pun menyuruh kami untuk pulang karena hari semakin malam. Tidak baik bagi kami yang seorang gadis berkeliaran hingga malam. Pesan pria itu.

Komentar
Posting Komentar